Selasa, 25 Juni 2013

Tugas Rangkuman Kesehatan Mental Dari Tulisan 1 Sampai tulisan 7



Tulisan 1
Konsep Sehat
Konsep sehat merupakan suatu cara bagaimana kita menjaga kesehatan kita karena kesehatan itu sangat penting bagi kehidupaan kita. Konsep sehat ini juga meliputi pola makan, olahraga dan pola tidur  yang baik dan teratur agar kita dapat menjaga kesehatan kita. Jika kita sehat apa pun yang ingin kita lakukan kita bisa lakukan hal itu kita dapat beraktifitas normal tanpa hambatan yang berarti. Maka dari itu kita harus mempunyai konsep sehat dengan cara pola hidup sehat dan teratur.
Sejarah perkembangan kesehatan mental yaitu kesehatan mental ungkapan ini diciptakan oleh W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.
Pendekatan kesehatan mental bertujuan agar paham adanya berbagai pendekatan dalam memandang kesehatan mental :
1.     Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental.  Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan.
2.     Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya.
3.     Orientasi pengembangan potensi yaitu seseorang dapat dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Tulisan 2
Teori Kepribadian Sehat
Teori kepribadian sehat itu ada 3 aliran seperti psikoanalisa, behavioristik, dan juga humanistik yang dimaksud psikoanalisa ini yaitu cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Aliran psikoanalisa menjelaskan dari sisi alam bawah sadar kita seperti (id, ego, superego), mimpi dan masa lalu. Aliran psikoanalisa juga memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan  biologis dan konflik masa kanak-kanak. Kemudian ada aliran behavioristik yaitu lebih kepada perubahan tingkah laku seseorang yang dipengaruhi dari pengalaman. Aliran behavioristik menganggap manusia yang memberikan respons positif yang berasal dari luar dan manusia dianggap tidak memiliki sikap diri sendiri. Baik behavioristik maupun psikolanalisa tidak berbicara mengenai potensi kita untuk bertumbuh, keinginan kita untuk menjadi lebih baik atau lebih banyak dari yang ada. Namun lain halnya dengan aliran humanistik teori ini dicetuskan oleh Abraham Maslow, Carl Rogers, dll. Manusia pada dasarnya baik, memiliki potensi. Perilaku dilakukan secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab dibimbing oleh daya-daya positif yang berasal dari dirinya ke arah potensi manusiawinya secara penuh.

Tulisan 3
Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan
Penyesuaian diri adalah suatu proses dimana kita harus beradaptasi pada sebuah lingkungan baru agar kita merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Adapun aspek-aspek penyesuaian diri menurut Fromm dan Gilmore (dalam Desmita, 2009:195) seperti Kematangan emosional, Kematangan intelektual, Kematangan sosial, dan Tanggung jawab.
Ada juga bentuk-bentuk penyesuaian diri menurut Gunarsa (dalam Sobur, 2003:529) yaitu
a. Adaptive/Adaptasi
Bentuk penyesuaian diri ini bersifat badani, artinya perubahan-perubahan dalam proses badani untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungan.
b. Adjustive
          Bentuk penyesuaian diri yang lain bersifat psikis, artinya penyesuaian diri tingkah laku terhadap lingkungan yang dalam lingkungan ini terdapat aturan-aturan atau norma.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri antara lain (Nofiana, 2010:17):
1.     Faktor Fisiologis. Struktur jasmani merupakan kondisi yang primer dari tingkah laku yang penting bagi proses penyesuaian diri
2.     Faktor Psikologis. Banyak faktor psikologis yang mempengaruhi penyesuaian diri antara lain pengalaman, aktualisasi diri, frustasi, depresi, dsb.

Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya massa tubuh dari yang anak kecil menjadi remaja lalu menjadi dewasa dan seterusnya. Pertumbuhan berlangsung terus selama kehidupan kita. Pertumbuhan ini mungkin cepat mungkin lambat, mungkin juga sehat dan berlangsung secara baik dari tahap yang satu ke tahap lainnya, mungkin sangat menggembirakan dan menghasilkan suatu pribadi yang normal. Ada faktor eksternal / lingkungan terhadap pertumbuhan yaitu :
1.     Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan
2.     Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya 

Tulisan 4
Stres
            Stres adalah keadaan dimana seseorang itu merasa dirinya tertekan, cemas, bingung, tegang dll. Stres merupakan mekanisme yang kompleks dan menghasilkan respon yang saling terkait baik fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang mengalaminya, dimana mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Efek – efek  dari stres seperti seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah marah, lebih suka menyendiri, menarik diri dari lingkungan, sering menunda ataupun menghindari pekerjaan/tugas, mengkonsumsi narkoba atau minuman keras dsb. General Adaptation Syndrom dari Hans Selye (dalam Sarafino, 2006) mempelajari akibat yang diperoleh bila stressor terus menerus muncul. Ia mengembangkan istilah General Adaptation Syndrome (GAS) yang terdiri atas rangkaian tahapan reaksi fisiologis terhadap stressor yaitu:
1. Fase reaksi yang mengejutkan ( alarm reaction )
Fase ini merupakan pertanda awal orang terkena stres.
2. Fase perlawanan (Stage of Resistence )
Pada fase ini tubuh membuat mekanisme perlawanan pada stres, sebab pada tingkat tertentu, stres akan membahayakan.
3. Fase Keletihan ( Stage of Exhaustion )
Fase disaat orang sudah tak mampu lagi melakukan perlawanan.
Tipe Stres Psikologi :
1.     Tekanan
2.     Frustasi
3.     Konflik
4.     Kecemasan
Sympton – Reducing Respoonse Terhadap Stres
   ~ Penjelasan Sympton – Reducing Response Terhadap Stres
            Menurut Lazarus (dalam Santrock, 2003 : 566) penanganan stres atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
·               Coping yang berfokus pada masalah (problem-focused coping)
·               Coping yang berfokus pada emosi (problem-focused coping)

Mekanisme pertahanan diri
Represi, Supresi, Reaction Formation (Pembentukan Reaksi), Fiksasi, Regresi, Menarik Diri, Mengelak, Denial (Menyangkal Kenyataan), Fantasi, Rasionalisasi, Intelektualisasi, Proyeksi.
Pendekatan Problem Solving Terhadap Stres
          Kita mengatasi rasa stres itu dengan cara kita mencari penyebab stres itu sendiri (stressor) setelah kita tau penyebabnya kita harusbisa memilih mana jalan keluar terbaik untuk masalah kita,kalo perlu meminta bantuan orang lain.

Tulisan 5
Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal  itu dimana kertika kita berkomunikasi, kita bukan hanya  menyampaikan  isi   pesan tetapi juga menentukan kadar hubungan interpesonalnya.
Model – Model Hubungan Internasional
~ Model Pertukaran Sosial
Model pertukaran sosial ini memandang hubungan interpersonal sebagai transaksi dagang. Seseorang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
~ Model Analisis Transaksional
Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi.
Memulai Hubungan
Pembentukan Kesan & Ketertarikan Interpersonal Dalam Memulai Hubungan
            Fase pertama :  “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya.
            Fase kedua : Peneguhan hubungan, karena hubungan interpersonal tidak bersifat statis ,selalu berubah ,perubahan maka untuk memeihara dan memperteguh hubungan interpersonal, maka di perlukan adanya tindakan – tindakan tertentu untuk mengembalikannya adanya keseimbangan.
Hubungan Peran
Model Peran, Konflik, Adequacy Peran dan Autensitas Dalam Hubungan Peran
            Model peran dalam hubungan interpersonal di sini di anggap sebagai panggung sandiwara. Hubungan interpersonal berjalan baik apabila seseorang itu menjalankan perannya dengan baik sesuai dengan peran yang di jalankan.

Tulisan 6
Cinta dan Perkawinan
A.         Memilih Pasangan
          Memilih pasangan adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk menjadi teman hidupnya melalui proses pemilihan dari seseorang yang dianggap tidak tepat sampai akhirnya terpilih calon pasangan hidup yang tepat menurut individu tersebut.
B.         Hubungan Dalam Perkawinan
          Kesiapan pasangan untuk menjalani setiap fase dalam pernikahan akan menentukan kualitas dan keberlangsungan hubungan. Penting bagi pasangan untuk memahami apa yang terjadi dalam hubungan di beberapa fase dalam pernikahan.
C.    Penyesuaian dan Pertumbuhan Dalam Perkawinan
          Penyesuaian perkawinan adalah dua orang memasuki tahap perkawinan dan mulai membiasakan diri dengan situasi baru sebagai suami istri yang saling menyesuaikan dengan kepribadian, lingkungan, kehidupan keluarga, dan saling mengakomodasikan kebutuhan, keinginan dan harapan.
D.    Perceraian dan Pernikahan Kembali
          Semua orang menginginkan kelanggengan dalam pernikahannya tetapi terkadang takdir berkata lain perceraian lah yang terjadi mungkin saja jodoh yang sebenernya itu bukan lah mantan suami nya itu. Perceraian juga mungkin bisa karena ketidakcocokan dalam rumah tangga. Kemudian ketika seseorang mencoba untuk kembali menikah mungkin keputusan itu seseoarang itu lakukan karena sudah menemukan sosok yang lebih baik daripada mantansuaminya itu.
E.    Alternatif Selain Pernikahan
          Hidup akan lebih indah melalui segala bentuk kehidupan bersama pasangan. Seseorang yang memutuskan untuk sendiri (single life) bisa saja disebabkan karena traumatik tersendiri yang pernah mereka rasakan sehingga membuatnya untuk tidak berani lagi memulai hidup secara bersama atau mungkin mereka itu sibuk berkarir sehingga enggan untuk menikah. Pengalaman memang berperan penting dalam kelangsungan hidup seseorang.

Tulisan 7
Pekerjaan dan Waktu Luang
·      Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan
Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu.
·      Proses Dalam Memilih Pekerjaan
            Dalam memilih atau mencari pekerjaan, biasanya orang dihadapkan kepada beberapa pemikiran atau pertimbangan sebelum menetapkan pekerjaan mana yang akan dipilih. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain :
o   Nama dan Reputasi Perusahaan
o   Tipe Pekerjaan
o   Kondisi Tempat
o   Rekan Kerja
o   Kesempatan Berkarir
·      Memilih Pekerjaan Yang Cocok
            Yang paling tahu cocok atau tidaknya kita akan suatu pekerjaan adalah diri kita sendiri. Namun, perlu dicatat, beberapa pekerjaan atau profesi yang tercantum memerlukan pendidikan, pelatihan, dan kualifikasi tertentu.
·      Waktu Luang
            Waktu luang adalah waktu bebas bagi seseorang untuk melakukan
kegiatan-kegiatan sesuai dengan keinginannya. Saya biasanya mengisi waktu luang dengan cara mengerjakan tugas-tugas kuliah terkadang baca novel atau pun melakukan kegiatan yang bermanfaat agar waktu luang itu tidak terbuang sia-sia.

Jumat, 31 Mei 2013

TULISAN 7


PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG

A.  MENGUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Sikap (attitude) merupakan salah satu bahasan yang menarik dalam kajian psikologi, karena sikap sering di gunakan untuk meramalkan tingkah laku, baik tingkah laku perorangan, kelompok, bahkan tingkah laku suatu bangsa. Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu.
Nilai pekerjaan adalah nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah tenaga yang diperlukan untuk menghasilkannya dengan pengertian bahwa alat produksi lain dihitung sebagai tenaga kerja yang menghasilkan.
Manusia tidak terlepas dari aktivitas bekerja. Ada orang yang bekerja
untuk mencari uang, ada yang bekerja untuk mengisi waktu luang, ada pula yang bekerja untuk mencari identitas, dsb. Apapun alasan manusia bekerja, semuanya adalah untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Maslow (dalam Atkinson, 2000) kebutuhan manusia secara garis besar dapat dibagi atas : kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan dimiliki, kebutuhan harga diri, dan aktualisasi diri. Alasan seseorang bekerja bisa memenuhi salah satu kebutuhan yang diutarakan oleh Abraham Maslow. Tetapi saat tidak bisa kita
mendapatkan semuanya, maka kita harus memilih dan membuat prioritas, hal apakah yang harus kita dahulukan diatas yang lainnya.
Dimensi psikologis pekerjaan. Dalam arti ini kerja bisa berarti berkat sekaligus kutuk. Orang perlu untuk bekerja. Namun seringkali kerja juga menjadi beban yang sangat berat. Setiap orang sudah dikondisikan untuk bekerja sejak mereka menginjak usia 3-4 tahun. Memang mereka belum boleh bekerja secara resmi di pabrik atau dimanapun. Namun mereka perlu untuk belajar berjalan, berbicara, dan yang terpenting, belajar untuk menjadi manusia. Ini semua menurut Drucker menciptakan kebiasaan untuk bekerja, untuk melakukan sesuatu guna mengembangkan diri.
Hegel seorang filsuf Jerman pernah berpendapat, bahwa kerja adalah aktualisasi diri seseorang. Drucker sendiri berpendapat bahwa kerja merupakan perpanjangan dari kepribadian manusia. Kerja adalah suatu pencapaian mimpi dan perwujudan prestasi. Kerja adalah adalah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk mendefinisikan dirinya sendiri dan kemanusiaannya.
Sejak dulu manusia sudah memiliki pandangan, bahwa kerja adalah sesuatu yang suci. Kerja adalah suatu bentuk panggilan dari Tuhan. Kerja adalah suatu pengabdian, apapun bentuknya, dan semua itu layak mendapatkan penghormatan.
Banyak orang benci untuk bekerja. Mereka bermimpi untuk memiliki uang banyak, sehingga tidak lagi perlu bekerja. Namun pandangan itu tidak sepenuhnya tepat. Orang yang tidak bekerja, walaupun memiliki uang banyak, juga sulit untuk merasa puas dengan hidupnya. Mereka akan mengalami krisis identitas, karena pekerjaan membantu orang merumuskan identitasnya, walaupun tidak secara keseluruhan. Dalam arti ini dapatlah dikatakan, bahwa kerja memiliki dimensi psikologis yang mendalam, yang membantu orang untuk menentukan siapa dirinya.

B.  PROSES DALAM MEMILIH PEKERJAAN

Dalam memilih atau mencari pekerjaan, biasanya orang dihadapkan kepada beberapa pemikiran atau pertimbangan sebelum menetapkan pekerjaan mana yang akan dipilih. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain :
Ø    Nama dan Reputasi Perusahaan : Nama perusahaan akan mempengaruhi kemantapan semangat kerja. Bila nama perusahaan/reputasinya baik biasanya karyawan akan bangga dan tumbuh semangat kerja. Tetapi bila reputasi perusahaan kurang baik, kita malu dan kurang bersemangat bekerja.
Ø    Tipe Pekerjaan : Tipe pekerjaan menyangkut bagaimana jenis/bentuk pekerjaan yang dilakukan, mulai dari berat/ringannnya pekerjaan, status pekerjaan, kondisi kerja, sederhana/rumitnya pekerjaan, sampai kepada upah yang kecil/besar.
Ø    Kondisi Tempat Kerja  : Berpengaruh pada semangat dan gairah kerja. Meliputi: lingkungan yang bersih, udara bersih, penerangan, tidak bising, lay out, pewarnaan ruangan.
Ø    Rekan Kerja : Apabila orang-orang yang ada dilingkungan kerja merupakan teman kerja yang kompak, ramah tamah dan menyenangkan akan menyebabkan rasa betah, senang dan bahagia dalam bekerja.
Ø    Kesempatan Berkarir : Adanya kesempatan meniti karir/naik pangkat dalam bekerja akan menambah semangat dalam bekerja.
Fase-fase identitas pekerjaan :
Ø    Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki.
Ø    Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar.
Ø    Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu.
Ø    Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku.
Ø    Mencari pekerjaan harus pantang menyerah.
Ø    Kenali Diri Sendiri
Ø    Tentukan Tujuan Karir Kita
Ø    Buatlah Career Portfolio
Ø    Perluas Jaringan
Ø    Kenali Tempat/Perusahaan yang Dilamar 
Ø    Evaluasi Proses    

C.   MEMILIH PEKERJAAN YANG COCOK

Sebelum mendapatkan pekerjaan yang cocok, kenali diri sendiri terlebih dulu. Yang paling tahu cocok atau tidaknya kita akan suatu pekerjaan adalah diri kita sendiri. Berikut adalah 6 tipe kepribadian beserta dengan pekerjaan yang sekiranya cocok dengan kepribadian tersebut. Namun, perlu dicatat, beberapa pekerjaan atau profesi yang tercantum memerlukan pendidikan, pelatihan, dan kualifikasi tertentu.

1.  Artistik
Kepribadian semacam ini adalah mahluk kreatif sejak diciptakan. Mereka memiliki imajinasi yang sangat luas. Tipe semacam ini senang mengekspresikan dirinya melalui hasil karya. Mereka lebih nyaman bekerja tanpa aturan, dan senang bekerja yang berkaitan dengan bentuk, desain, warna, kata, dan pola. Profesi yang cocok untuk tipe kepribadian ini: editor, desainer grafis, guru drama atau kesenian, arsitek lanskap, pembuat produk, dan produser.

2.  Konvensional
Tipe kepribadian semacam ini menyenangi segala hal yang konvensional, seperti aturan, prosedur, jadual, dan instruksi. Mereka senang bekerja dengan detail dan data ketimbang harus mengutarakan ide. Tipe semacam ini senang dengan rutinitas dan urutan, segala yang keteraturan. Tipe pekerjaan yang cocok untuk tipe semacam ini antara lain; akuntan, aktuaria, inspektur keamanan, keuangan, perencana keuangan, dan penulis teknis.

3.  Wirausahawan
Tipe wirausahawan adalah orang yang pandai memimpin. Mereka jeli melihat sebuah hasil kerja dari awal hingga akhir, khususnya yang berhubungan dengan bisnis. Mereka tipe pelaku, bukan pemikir, dan lebih senang melihat “gambaran besar” ketimbang gambar-gambar kecil yang justru sebagai fondasi awalnya. Pekerjaan yang cocok untuk orang seperti ini adalah; agen sales di advertising, pekerja finansial, analisis manajemen, direktur program, dan sales manager .

4.  Penyelidik
Tipe seperti ini senang bekerja sendiri, karena dia senang menyelidiki sesuatu. Mereka lebih senang menggunakan logika ketimbang imajinasi, menyelesaikan masalah dan misteri, menyatukan hal-hal yang tercerai seperti puzzle, presisi, dan ilmu pasti. Pekerjaan yang memerlukan atensi mendetail amat membuatnya merasa senang. Profesi yang tepat untuk tipe kepribadian seperti ini adalah; analis sistem komputer, pengurus perpustakaan, optometris, profesor ilmu alam, insinyur piranti lunak, dan pelaku statistik.

5.  Realistik
Senang dengan hasil akhir, tipe ini adalah orang yang menyukai soal dan masalah yang harus dipecahkan. Mereka senang bekerja di luar ruang, bekerja dengan mesin, alat-alat berat, dan perhiasan. Profesi yang tepat untuk tipe realistis adalah ahli elektro, ahli nuklir, dokter gigi, dan ahli kunci.

6.  Sosialis
Sosialis senang membantu orang lain dan bekerja di dalam tim. Mereka pandai berkomunikasi dan merasa nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka lebih baik bicara dengan orang lain ketimbang bekerja dengan mesin atau data. Pekerjaan yang terbaik untuk mereka adalah untuk membuatnya bertemu dengan orang lain, seperti pelatih pribadi, psikolog sekolah, bimbingan siswa, guru, dan motivator.

D.  WAKTU LUANG
         Waktu luang adalah waktu bebas bagi seseorang untuk melakukan
kegiatan-kegiatan sesuai dengan keinginannya. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan di luar usaha-usaha untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dan kebutuhan primernya, oleh sebab itu maka kegiatannya tanpa paksaan dan bersifat sukarela. Orang yang menggunakan waktu secara efisien akan memperoleh banyak keuntungan, misalnya mereka dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, sehingga ada waktu untuk memulihkan kebugaran fisik dan mental, rekreasi, dan interaksi sosial. Manfaat mengisi waktu luang yaitu menurut Soetarlinah Sukadji
(Triatmoko, 2007) yaitu:
a. Bisa meningkatkan kesejahteraan jasmani.
b. Meningkatkan kesegaran mental dan emosional.
c. Membuat kita mengenali kemampuan diri sendiri.
d. Mendukung konsep diri serta harga diri.
e. Sarana belajar dan pengembangan kemampuan.
f. Pelampiasan ekspresi dan keseimbangan jasmani, mental, intelektual,
spiritual, maupun estetika.
g. Melakukan penghayatan terhadap apa yang anda sukai tanpa tidak
mempedulikan segi materi.



SUMBER